Jalan Spiritual Bisnis.
Jalan mengukuhkan persaudaraan. Secara maya di Internet lewat mailing list, forum diskusi, ataupun blog. Selain itu, organisasi-organisasi bisnis, jaringan saudagar muslim, himpunan pengusaha muslim tionghoa, ataupun pesantren wirausaha.
Perluasan pasar merupakan perluasan silaturahmi, laba semakin besar semakin besar zakatnya.
Menguatkan empati dan kepercayaan membuat semakin kaya semakin bahagia dalam ketenangan.
Jalan mempersatukan misi kebaikan, ‘Berdua lebih baik daripada sendiri. Berempat lebih baik daripada bertiga. Hendaklah kamu sekalian berjamaah karena sesungguhnya tangan Allah bersama orang berjamaah’ , sabda Rasulullah.
Kemuliaan Pebisnis.
Keutamaan entrepreneurship. Sesungguhnya meminta-minta itu tidak pantas kecuali orang miskin, atau orang yang banyak berhutang, atau orang yang mempunyai tanggung jawab diyat.
Terjaga kehormatan. Sesungguhnya seseorang diantara kalian yang memanggul seikat kayu besar dipunggungnya adalah lebih baik daripada jika dia meminta-minta kepada seseorang, yang kemudian bias jadi ia diberi atau ditolak.
Menjadi pejuang keluarga. Sesungguhnya Allah SWT suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, dia serupa dengan seorang mujahid fisabilillah.
Orientasi kepada Pelanggan.
Menghargai pelanggan. Hendaklah enkau mengutamakan penawar pertama karena laba menyertai sifat dermawan.
Menunaikan keadilan. Pedagang yang jujur lagi terpecaya adalah bersama-sama nabi, orang-orang shahidin, dan para syuhada.
Memudahkan pelanggan. Allah memasukkan kedalam surge seseorang yang mempermudah urusan ketika dia menjadi penjual, atau ketika dia menjadi pembeli, atau ketika menjadi hakim, atau ketika dia menjadi terdakwah.
Fleksibilitas Bisnis.
Menerima pembatalan bisnis. Barang siapa menerima pembatalan transaksi dari seorang muslim, Allah akan membatalkan (menghapus) dosa-dosanya pada hari kiamat.
Mengundang ketenangan. Permudah oleh kalian urusan orang dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat mereka takut.
Antimonopoli.
Menghindari keserakahan.
Lebih murah lebih untung.
Tidak menetapkan harga sendiri.
Melonggarkan itu Hebat.
Debitur terhormat, meminjamkan utang kepada orang lain, apabila tak sanggup mengembalikan bebaskan utangnya, semoga Allah membebaskan dosa-dosa kita.
Melonggarkan orang fakir.
Bisnis Atas Nama Cinta.
Berdagang dengan cinta. Pedagang berbicaranya tidak dusta, berjanji tidak mengingkari, dipercaya tidak berkhianat, tidak memuji-mujikan barang dagangannya, tidak mencela barang dagangannya, apabila tidak mempersulit orang meminjam uang, dan apabila berhutang segera membayarnya.
Berbisnis yang Maslahat.
Yang halal itu baik. Apabila berdagang tegakkanlah shalat wajib dan sunnah qabla, ba’da, dhuha, dan tahajjud. Melaksanakan puasa sunnah senin dan kamis.
Menjual dengan harga yang pantas sesuai harga pasar dan kondisi barang yang ada, menjual barang yang jelas jangan menjual padi yang masih di sawah, bulu domba yang masih melekat di dombanya, sapi yang masih menyusu.
Kehati-hatian Berbisnis.
Berhati-hati bersumpah.
Hati-hati berpromosikan barang dagangan.
Bersikap terbuka jangan menutupi kekurangan barang dagangan, memujinya, ataupun menghinanya.
Menguasai informasi.
Jauhi Riba.
Riba fadhli. Pertukaran barang yang tak sama takarannya.
Riba qordhi. Pinjam-meminjam dengan kelebihan saat mengembalikannya.
Riba yad. Kesepakatan jual-beli tanpa disaksikan barang dagangannya, kacang yang masih didalam tanah belum dilihat kebaikannya.
Riba nasa’. Menjual barang mentah setelah masak baru diberikan dengan harga yang tidak memadai.
Profesioalitas Berbisnis.
Jaukan sifat iri hati dan sombong, berikan serahkan segalanya kepada ahlinya, misalnya orang marketing di tempatkan pada penjualan, akuntan ditempatkan untuk mencatat jual-beli, tanyakan pada ahlinya apabila terjadi keraguan dalam perdagangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar