PRINSIP DASAR INVESTASI
Prinsip ekonomi Islam dalam investasi.
Tidak mencari rezeki pada hal yang haram, baik cara memperolehnya maupun cara menggunakannya. Tidak mendzalimi dan tidak didzalimi. Keadilan pendistribusian kemakmuran. Transaksi dilakukan atas dasar ridha sama ridha. Tidak ada unsure riba, maysir (perjudian/spekulasi), ketidak jelasan gharar (ketidak jelasan/samar-samar).
Analisis fikih.
Shahibul maal (pemilik dana/nasabah).
Mudharib (pengelola dana/pengusaha/bank), amal (usaha/pekerjaan). Mudharabah muthlaqah (investasi tidak terikat) pengusaha diberikan kekuasaan penuh dalam menjalankan proyek, Mudharabah muqayyadah (investasi terikat) pemilik dana membatasi dana pada si pengusaha, pola investasi terikat ada dua yaitu, Channelling apabila resiko sepenuhnya ditanggung pemilik dana, dan Executing apabila resiko ditanggung bersama antara pemilik dana, bank, dan pengusaha.
Ijab dan qabul.
Investasi secara umum.
Investasi pada aktiva riil, dalam bentuk emas, perak, permata, ruko, tanah, dan rumah.
Investasi aktiva financial, dalam bentuk surat-surat berharga, deposito, saham (secara langsung), reksadana (secara tidak langsung/diwakilkan suatu badan usaha), dan lain-lain.
Pertimbangan dalam berinvestasi.
Tujuan investasi, mendapatkan keuntungan dimasa depan dan mengantisipasi tekanan inflasi. Jangka waktu investasi, jangka waktu panjang (saham, obligasi) dan jangka waktu pendek (deposito). Resiko, kalau keuntungan besar resiko yang diambil besar juga, begitu sebaliknya keuntungan kecil resiko yang diambil juga kecil. Liquidasi artinya kemudahan untuk diuangkan atau penarikan tunai.
Investasi di pasar uang.
Deposito. Deposito berjangka : investor menanamkan sejumlah dana dalam jangka waktu tertentu (jangka pendek). Sertifikat deposito : bunga deposito sudah diterima dari awal menanamkan dana, dan jangka waktunya kurang dan hamper sama dengan deposito berjangka. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dapat dijual belikan. Surat berharga (Commercial Paper) diterbitkan oleh perusahaan umum untuk mendapatkan modal tambahan dalam pengembangan bisnisnya.
Investasi di pasar modal.
Obligasi. Surat hutang, pengusaha mengembangkan usahanya dengan memberikan surat obligasi untuk menambah modal dengan keuntungan yang ditentukan dan tempo yang ditentukan pula, saat jatuh tempo pengusaha harus membeli kembali surat obligasi tersebut sesuai dengan nilainya yang telah ditetapkan.
Saham. Memiliki saham berarti ikut memiliki perusahaan tersebut, artinya 70% saham dimilikinya berarti dialah pemilik perusahaan tersebut, namun resiko yang diambil cukup besar sebanding dengan keuntungannya yang besar pula.
Senin, 28 Desember 2009
PENGEMBANGAN USAHA MIKRO
Jiwa wira usaha
Wiraswasta, wira berarti berani, swa berarti sendiri, sta berarti berdiri, berarti wiraswasta adalah seorang yang berani berdiri sendiri dalam memperjuangkan berkembangan bidang usahanya. Mempunyai sifat optimis dan berfikiran positif untuk maju dan sukses.
Kelompok usaha.
Menentukan pilihan usaha sesuai kemufakaatan kelompok yang telah dibentuk dan juga sesuai keahlian juga kemampuan sumber daya manusianya.
Misalnya : Dibidabg pertanian, usaha tambak ikan (perikanan darat), peternakan sapi, kambing dan unggas (peternakan), perkebunan buah-buahan, sayur-sayuran (perkebunan).
Dibidang perdagangan, berjualan makanan matang seperti restoran dan depot/warung makanan, berjualan barang-barang mentah seperti sembako, bahan material/bangunan, sarana pertanian dan peternakan.
Dibidang industri, pembuatan tahu tempe, pembuatan bahan bangunan seperti batu bata, pembuatan meubel.
Dibidang jasa, usaha ojek, angkutan umum seperti bis antar kota dan dalam kota, menjual karcis kapal dan pesawat, membuka foto copy.
Ide usaha.
Sumber ide dapat diperoleh dari :
Lingkungan disekitar pengusaha seperti apakah yang dibutuhkan penduduk sekitar, kebiasaan hidupnya dan sebagainya.
Kemampuan pengelola usaha, atau pemimpin yang ditunjuk bersama dari kelompok usaha yang telah dibentuk.
Sumberdaya manusia, atau ketrampilan yang dimiliki para anggota yang telah dibentuk.
Pasar, keadaan lingkungan sekitar, daya beli masyarakatnya.
Pengalaman dan masukkan dari para anggota yang telah dibina kewirausahaan.
Hobby yang telah dibina dari masing-masing anggota yang telah siap dikembangkan secara positif.
Uji kelayakan.
Aspek teknik produksi. Teknik produksi, membuat rencana proses dari bahan mentah menjadi bahan jadi dan pembentukan system kerja/management system dan management sumber daya manusia. Lokasi dan tata ruang, merencanakan tempat produksi, merencanakan pengadaan bahan mentah/bahan pokok, pengadaan bahan-bahan pendukung proses pembentukan menjadi bahan jadi, pengadaan alat-alat sarana pembuatan dari bahan mentah menjadi barang jadi, penyiapan sumber daya manusia yang terampil. Operasional peralatan produksi, uji peralatan produksi dengan pelatihan untuk sumber daya manusianya agar mampu menggunakan peralatan industry. Operasional tenaga kerja, penarikan tenaga kerja pendukung yang mampu meringankan dan mempermudah pekerjaan. Ketersediaan bahan baku dilapangan.
Aspek pasar. Membuat neraca penjualan dan pembelian saat pertama kali keluar hasil produksinya dari neraca setiap harinya, neraca mingguan, neraca bulanan.Membuat neraca banyaknya permintaan dari konsumen. Membuat segment barang-barang yang dibutuhkan konsumen dan daya beli konsumen.
Aspek management organisasi. Struktur organisasi, dari pemilihan pemimpin produksi sampai sumber daya manusia yang melaksanakan produksi, sumber daya manusia sebagai pemasaran di pasar. Sumber tenaga kerja, sebaiknya tenaga kerja direkrut dari orang-orang disekeliling lingkungan didirikannya tempat produksi, agar ketentraman lingkungan sekitar dapat sejahtera. Kualitas tenaga kerja, pelatihan diadakan setiap perekrutan tenaga kerja untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan dapat mandiri, agar usaha dapat berkembang dan mudah untuk membuat cabang produksi. Uraian tugas, penempatan para pekerja sesuai ketrampilan yang dimiliki.
Aspek lingkungan. Perijinan pembuatan usaha kecil dilingkungan setempat, dari pemerintahan setempat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Peraturan dari tempat pendirian usaha, persetujuan dari masyarakat sekitar tempat akan dibuat proses produksi.
Aspek keuangan. Perhitungan modal investasi dan modal kerja = Lama perputaran produksi(pp) x Jumlah pengeluaran harian (ph). Perhitungan arus kas (cash flow) = cash in flow – cash out flow. Perhitungan rugi/laba dan BEP, BEP (rupiah) = biaya tetap/ (1-(biaya variable/hasil penjualan)), BEP (unit) = biaya tetap/ (hasil penjualan – biaya variable). Perhitungan neraca, laporan keuangan perusahaan tiap harian, bulanan, sampai tahunan, sebagai laporan kemajuan usaha dan keberhasilan rencana usaha. Perhitungan tingkat pengembalian investasi (ROI), Tingkat pengembalian modal = ((laba bersih pertahun + penyusutan)/investasi awal) x100%, Waktu modal kembali = 1/(%tingkat pengembalian).
Jiwa wira usaha
Wiraswasta, wira berarti berani, swa berarti sendiri, sta berarti berdiri, berarti wiraswasta adalah seorang yang berani berdiri sendiri dalam memperjuangkan berkembangan bidang usahanya. Mempunyai sifat optimis dan berfikiran positif untuk maju dan sukses.
Kelompok usaha.
Menentukan pilihan usaha sesuai kemufakaatan kelompok yang telah dibentuk dan juga sesuai keahlian juga kemampuan sumber daya manusianya.
Misalnya : Dibidabg pertanian, usaha tambak ikan (perikanan darat), peternakan sapi, kambing dan unggas (peternakan), perkebunan buah-buahan, sayur-sayuran (perkebunan).
Dibidang perdagangan, berjualan makanan matang seperti restoran dan depot/warung makanan, berjualan barang-barang mentah seperti sembako, bahan material/bangunan, sarana pertanian dan peternakan.
Dibidang industri, pembuatan tahu tempe, pembuatan bahan bangunan seperti batu bata, pembuatan meubel.
Dibidang jasa, usaha ojek, angkutan umum seperti bis antar kota dan dalam kota, menjual karcis kapal dan pesawat, membuka foto copy.
Ide usaha.
Sumber ide dapat diperoleh dari :
Lingkungan disekitar pengusaha seperti apakah yang dibutuhkan penduduk sekitar, kebiasaan hidupnya dan sebagainya.
Kemampuan pengelola usaha, atau pemimpin yang ditunjuk bersama dari kelompok usaha yang telah dibentuk.
Sumberdaya manusia, atau ketrampilan yang dimiliki para anggota yang telah dibentuk.
Pasar, keadaan lingkungan sekitar, daya beli masyarakatnya.
Pengalaman dan masukkan dari para anggota yang telah dibina kewirausahaan.
Hobby yang telah dibina dari masing-masing anggota yang telah siap dikembangkan secara positif.
Uji kelayakan.
Aspek teknik produksi. Teknik produksi, membuat rencana proses dari bahan mentah menjadi bahan jadi dan pembentukan system kerja/management system dan management sumber daya manusia. Lokasi dan tata ruang, merencanakan tempat produksi, merencanakan pengadaan bahan mentah/bahan pokok, pengadaan bahan-bahan pendukung proses pembentukan menjadi bahan jadi, pengadaan alat-alat sarana pembuatan dari bahan mentah menjadi barang jadi, penyiapan sumber daya manusia yang terampil. Operasional peralatan produksi, uji peralatan produksi dengan pelatihan untuk sumber daya manusianya agar mampu menggunakan peralatan industry. Operasional tenaga kerja, penarikan tenaga kerja pendukung yang mampu meringankan dan mempermudah pekerjaan. Ketersediaan bahan baku dilapangan.
Aspek pasar. Membuat neraca penjualan dan pembelian saat pertama kali keluar hasil produksinya dari neraca setiap harinya, neraca mingguan, neraca bulanan.Membuat neraca banyaknya permintaan dari konsumen. Membuat segment barang-barang yang dibutuhkan konsumen dan daya beli konsumen.
Aspek management organisasi. Struktur organisasi, dari pemilihan pemimpin produksi sampai sumber daya manusia yang melaksanakan produksi, sumber daya manusia sebagai pemasaran di pasar. Sumber tenaga kerja, sebaiknya tenaga kerja direkrut dari orang-orang disekeliling lingkungan didirikannya tempat produksi, agar ketentraman lingkungan sekitar dapat sejahtera. Kualitas tenaga kerja, pelatihan diadakan setiap perekrutan tenaga kerja untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan dapat mandiri, agar usaha dapat berkembang dan mudah untuk membuat cabang produksi. Uraian tugas, penempatan para pekerja sesuai ketrampilan yang dimiliki.
Aspek lingkungan. Perijinan pembuatan usaha kecil dilingkungan setempat, dari pemerintahan setempat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Peraturan dari tempat pendirian usaha, persetujuan dari masyarakat sekitar tempat akan dibuat proses produksi.
Aspek keuangan. Perhitungan modal investasi dan modal kerja = Lama perputaran produksi(pp) x Jumlah pengeluaran harian (ph). Perhitungan arus kas (cash flow) = cash in flow – cash out flow. Perhitungan rugi/laba dan BEP, BEP (rupiah) = biaya tetap/ (1-(biaya variable/hasil penjualan)), BEP (unit) = biaya tetap/ (hasil penjualan – biaya variable). Perhitungan neraca, laporan keuangan perusahaan tiap harian, bulanan, sampai tahunan, sebagai laporan kemajuan usaha dan keberhasilan rencana usaha. Perhitungan tingkat pengembalian investasi (ROI), Tingkat pengembalian modal = ((laba bersih pertahun + penyusutan)/investasi awal) x100%, Waktu modal kembali = 1/(%tingkat pengembalian).
Langganan:
Komentar (Atom)
